Gunakan headphone untuk pengalaman terbaik

Garuda, masihkah kau bisa terbang?

Sentuh dan gerakkan abunya. Lalu masuklah.

Garuda raksasa yang terluka muncul dari kegelapan, bulunya menghitam oleh jelaga

“Sejak kecil, kita diajarkan bahwa Garuda adalah lambang kekuatan.”

“Ia ada di dinding kelas, di uang kertas, di dada para pemimpin.”

“Tapi tak seorang pun mengajarkan apa yang harus dilakukan ketika sayapnya mulai terbakar.”

GARUDAMasihkah kau bisa terbang?

Hutan hujan tropis Indonesia yang tak berujung saat fajarHutan yang sama terbakar, asap tebal menggelapkan langit

Bab 01 — Api

“Aku pernah terbang di atas hutan yang tak berujung.”

“Dari ketinggian, sungainya seperti urat perak. Kanopinya bernapas untuk setengah dunia.”

“Lalu api datang. Bukan dari langit — dari tangan-tangan yang rakus.”

“Sekarang, bahkan langit pun sulit bernapas.”

“Tapi api itu tidak menyala sendiri. Ada yang menandatangani izinnya.”

Aula pemerintahan yang megah dan gelap, dokumen berserakan, sosok-sosok tanpa wajah di kejauhan

Bab 02 — Pengkhianatan

“Mereka bersumpah di bawah lambangku.”

“Tangan kanan terangkat, tangan kiri menghitung. Janji diucapkan lantang — lalu dijual diam-diam.”

“Sebagian lalu mengkhianati sumpahnya.”

“Dan setiap janji yang dijual, dibayar oleh mereka yang tak pernah duduk di aula itu.”

Pedagang kaki lima tetap bekerja di bawah hujan sebelum fajar, para pekerja berangkat dengan motor

Bab 03 — Rakyat

“Katanya tanah ini kaya.”

“Emas, minyak, sawit, nikel — semua dikeruk dari perutnya. Tapi ibu-ibu tetap menimbang beras butir demi butir.”

“Sampai suatu hari, mereka berhenti menunggu — dan mulai bersuara.”

“Lalu kenapa begitu banyak anaknya harus berjuang hanya untuk hidup layak?”

Siluet kerumunan orang mengangkat tangan menuntut keadilan dalam gelap
Mata Garuda terbuka dalam gelap, memantulkan cahaya kerumunan

Bab 04 — Sunyi

“Mereka yang berteriak meminta keadilan.”

“Aku melihat semuanya.”

“Dan mereka yang memilih berpaling.” Tapi tidak semua berpaling.

Petugas pemadam kebakaran membawa selang di tepi hutan terbakar, seorang guru berjalan bersama murid-muridnya

Bab 05 — Yang Bertahan

“Namun aku belum kehilangan harapan.”

“Guru yang mengajar di kelas bocor. Nelayan yang membersihkan pantai tanpa dibayar. Pemuda yang menolak amplop.”

“Dari tangan-tangan itulah, aku belajar berdiri lagi.”

“Karena masih ada tangan-tangan yang bekerja, bahkan ketika tak ada kamera yang merekam.”

Garuda berdiri tegak di atas batu, perlahan membentangkan sayapnya yang rusak di bawah langit berawan

Bab 06 — Kebangkitan

“Sayapku pernah patah. Buluku pernah hangus. Tapi tulangku masih ingat caranya menahan angin.”

“Aku masih di sini.”

“Tapi sampai kapan kalian membiarkan negeri yang kucintai terluka?”

“Karena Garuda tidak pernah terbang sendirian. Ia ditopang oleh jutaan tangan yang menolak menyerah.”

“Aku ingin melihat Garuda terbang lagi. Tapi kali ini, bersama seluruh rakyatnya.”

Untuk Indonesia yang masih kita cintai.